esp2logolong

Environmental Support Programme, tahap 1 dan 2

Setelah publikasi Strategi Lingkungan Hidup Denmark untuk Bantuan Lingkungan Hidup untuk Negara Berkembang 2004-2008 , Indonesia dan Denmark sepakat untuk memulai sebuah Dukungan Program Sektor Lingkungan Hidup pada tahun 2005. Tahap pertama dari Environmental Support Programme (ESP), dilaksanakan dari tahun 2006-2007, punya fokus di kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh bencana tsunami 2004 dan penataan ulang prioritas pengelolaan lingkungan di Indonesia, sebagai akibat dari bencana tersebut. Hasil paling penting dari ESP1 adalah pemulihan lembaga lingkungan kunci dan pengamanan kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi yang berlangsung di daerah yang terkena. ESP1 memiliki anggaran sebesar DKK 90 juta.

Tahap kedua dari Environmental Support Programme, ESP2, berlangsung dari 2008-2012 dengan anggaran sebesar DKK 220 juta untuk tiga komponen yang masing-masing difokuskan pada lingkungan hidup, energi dan pengelolaan sumber daya alam oleh masyarakat setempat.
ESP2 memakai pendekatan kolaboratif yang dibentuk di bawah ESP1, di mana kelompok kerja bersama badan pemerintahan kunci dibentuk dengan tujuan untuk mengembangkan kerangka kerja yang lebih strategis untuk penerapan alat lingkungan hidup.

Di Komponen 1, pendekatan ini digunakan untuk melibatkan departemen terkait di Kementerian Lingkungan Hidup , Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pekerjaan Umum untuk meningkatkan kesadaran dan kapasitas untuk menggunakan alat-alat lingkungan termasuk Kajian Lingkungan Hidup Strategis (Strategic Environmental Assessment SEA) dan Environmental Impact Assessment (EIA/AMDAL) dan Economic Instruments (EI).

Komponen 2 mempromosikan konservasi energi di industri skala menengah dan besar bersama dengan bangunan besar yang baru di sector swasta dan pemerintah. Melalui pembentukan Clearing House Indonesia untuk Efisiensi dan Konservasi Energi Indonesia (EECCHI) di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, ESP2 mendukung penyediaan informasi, norma, standar dan kapasitas untuk memberikan layanan profesional, serta peningkatan kesadaran dan percontohan praktis yang bertujuan meningkatkan permintaan untuk layanan dan memfasilitasi investasi.

Komponen 3 merupakan dukungan untuk trust fund multi-donor dikelola oleh Bank Dunia untuk PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat), sebuah program pembangunan nasional berbasis masyarakat yang didanai oleh Pemerintah Indonesia dan beberapa donor. ESP2 mendukung dana khusus 'hijau' untuk implementasi proyek energi terbarukan dan pengelolaan sumber daya alam. Sama hal dengan PNPM lain, PNPM Hijau memberikan hibah, yang tidak diperuntukkan, ke kecamatan khususnya di Sumatera dan Sulawesi, untuk proyek yang diprioritaskan dan dipilih berdasarkan kompetisi antar dan intra desa.

FaLang translation system by Faboba